Author: 99 Media

Kisah Rasulullah Sholat 5 Rakaat Saat Dzuhur

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar dan Muslim bin Ibrahim sedangkan maksud haditsnya sama, Hafsh mengatakan; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari Abdullah dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat dzuhur lima raka’at, lantas di beritahukan kepada beliau; “Apakah shalat telah di tambah (bilangan raka’atnya)?” beliau bersabda: “Apa maksudnya?” mereka berkata; “Anda telah shalat lima raka’at.” Maka beliau sujud dua kali setelah salam.”
HR. Abu Daud

Rasulullah Sudah Melindungi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Perumpamaanku adalah bagaikan seorang yang menyalakan api. Maka tatkala api itu menerangi sekitarnya, tiba-tiba serangga-serangga beterbangan menjatuhkan diri ke dalam api itu. Dan orang tersebut telah berusaha menghalaunya. Namun serang-serangga tersebut tetap mendesak masuk ke dalam api tersebut. Kata beliau: ‘Maka itulah perumpamaanku dengan kalian, aku telah berusaha melindungimu dengan api neraka, jauhi api neraka, jauhi api neraka, namun kalian tetap nekad dan masuk ke dalamnya.”
HR. Muslim

Doa Rasulullah Tentang Dunia Akhirat

Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Mu’adz, bapakku telah menceritakan kepada kami; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Tsabit dari Anas dia berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam banyak berdo’a dengan, “Ya Allah, Rabb kami, berikanlah kebaikan di dunia dan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa neraka”.
– HR. Muslim

Aturan Pakaian Saat Ihram

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang orang yang sedang ihram memakai pakaian yang terkena za’faran dan wars. Beliau bersabda: ‘Barangsiapa tidak menemukan kedua sandalnya, hendaklah dia memakai kedua sepatunya dan memotong bagian yang berada di bawah kedua mata kakinya’.”
HR. Malik

Memberi Tanah Kepada Kepada Saudara Muslim

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang memiliki tanah maka hendaknya ia menanaminya apabila tidak mampu untuk menanaminya maka hendaknya ia memberikannya kepada saudaranya yang muslim dan jangan memintanya untuk menanam untuk dirinya.”
HR. Nasa’i

Terbunuhnya Abu Jahal

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya At Tamimi telah mengabarkan kepada kami Yusuf bin Al Majisyun dari Shalih bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf dari ayahnya dari Abdurrahman bin Auf bahwa dia berkata, “Ketika aku berdiri dalam barisan tentara pada saat perang Badar, aku melihat ke samping kanan dan kiriku, ternyata aku berada di antara dua anak muda dari kaum anshar, padahal sebelumnya aku berangan-angan berada di antara dua orang yang lebih kuat daripada mereka berdua. Kemudian salah seorang dari keduanya memberi isyarat kepadaku dengan matanya seraya berkata, “Wahai paman, apakah paman mengetahui orang yang bernama Abu Jahal?” Aku menjawab, “Ya, lantas apa keperluanmu dengannya wahai anak saudaraku?” dia menjawab, “Aku mendapat kabar bahwa ia telah mencela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika aku melihatnya maka aku tidak akan berpisah darinya sampai ada di antara kami yang menemui ajalnya.” Abdurrahman melanjutkan, “Aku pun terkejut mendengarnya. Lalu seorang lainnya memberi isyarat kepadaku dengan matanya seraya bertanya dengan pertanyaan yang sama. Tidak lama setelah itu, aku melihat Abu Jahal bergerak di antara kerumunan orang-orang sehingga aku berkata kepada keduanya, “Tidakkah kalian lihat, itulah orang yang kalian tanyakan kepadaku tadi.” Abdurrahman melanjutkan, “Setelah itu mereka berdua segera memburunya dan memukulkan pedang mereka hingga akhirnya mereka berdua dapat membunuh Abu Jahal. Setelah membunhnya, keduanya kembali menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberitahukan kepada beliau, maka beliau pun bertanya: ‘Siapakah di antara kalian berdua yang telah membunuhnya? ‘ masing-masing dari mereka menjawab, ‘Akulah yang telah membunuhnya! ‘ Beliau bersabda: ‘Apakah kalian berdua telah membersihkan pedang kalian? ‘ Mereka berkata, ‘Belum.’ Beliaupun melihat kedua pedang itu sambil bersabda: ‘Kalian berdua telah membunuhnya.’ Kemudian beliau memberikan harta yang diambil dari musuh yang terbunuh kepada Mu’adz bin ‘Amru bin Jamuh. Sedangkan kedua anak muda itu adalah Mu’adz bin ‘Amru bin Jamuh dan Mu’adz bin ‘Afra.”
HR. Muslim

Penghuni Surga Tidak Berbulu

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar dan Abu Hisyam Ar Rifa’i keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam dari ayahnya dari ‘Amir Al Ahwal dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Penghuni surga itu tidak berbulu, tidak berjenggot, mengenakan calak mata, kemudaan mereka tidak hilang dan baju mereka tidak pernah usang.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib.
HR. Tirmidzi

Tetangga Lebih Berhak Untuk Diajak Berinteraksi Sosial

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Sulaiman Telah menceritakan kepada kami Abdullah Abu Ya’la Ath Tha`if dari Amru bin Syarid dari bapaknya -dan diriwayatkan dari jalur lain- Abu Amir berkata, Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman bin Ya’la ia berkata, saya mendengar Amru bin Syarid menceritakan dari bapaknya ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang tetangga adalah lebih berhak ditetanggai (diajak berinteraksi sosial) daripada selainnya.” Abu Amir berkata dalam haditsnya; “Al Mar`u (seseorang itu) lebih berhak.”
HR. Ahmad